ASKEP DENGUE SYOK SINDROM PDF

Sign up with Facebook Sign up with Twitter. I don't have a Facebook or a Twitter account. Research and publish the best content. Try Business. Join Free.

Author:Docage Viran
Country:Canada
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):5 March 2014
Pages:115
PDF File Size:9.95 Mb
ePub File Size:7.65 Mb
ISBN:871-5-13584-309-5
Downloads:72745
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shaktit



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 4, Pages: Preview Full text. Keempat serotipe virus ini terdapat di Indonesia dan dilaporkan bahwa serotipe virus DEN 3 sering menimbulkan wabah, sedang di Thailand penyebab wabah yang dominan adalah virus DEN 2 Syahrurahman A et al.

Penyakit ini ditunjukkan dengan adanya demam secara tiba-tiba hari, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot myalgia dan arthralgia dan ruam merah terang, petechie dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh.

Radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare Soewandoyo E. Wabah Dengue pertama kali ditemukan di dunia tahun di Kepulauan Karibia dan selama abad 18, 19 dan awal abad 20, wabah penyakit yang menyerupai Dengue telah digambarkan secara global di daerah tropis dan beriklim sedang. Vektor penyakit ini berpindah dan memindahkan penyakit dan virus Dengue melalui transportasi laut.

Seorang pakar bernama Rush telah menulis tentang Dengue berkaitan dengan break bone fever yang terjadi di Philadelphia tahun Kebanyakan wabah ini secara klinis adalah demam Dengue walaupun ada beberapa kasus berbentuk haemorrhargia. DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya tahun , tetapi konfirmasi virologis baru diperoleh tahun Kasus pertama di Jakarta dilaporkan tahun , diikuti laporan dari Bandung dan Yogyakarta Soedarmo, DBD telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia sejak tahun dan telah terjangkit di daerah pedesaan Suroso T, Angka kesakitan rata-rata DBD di Indonesia terus meningkat dari 0,05 menjadi 8,14 , dan mencapai angka tertinggi tahun yaitu 35,19 per Walaupun demikian, berbagai negara melaporkan bahwa kasus-kasus dewasa meningkat selama terjadi kejadian luar biasa Soegijanto S.

Dengue Shok Syndrome bukan saja merupakan suatu permasalahan kesehatan masyarakat yang menyebar dengan luas dan tiba-tiba, tetapi juga merupakan permasalahan klinis. Virus dengue Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam Arbovirus Arthropodborn virus group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dengue tipe 1, 2, 3 dan 4 keempat tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara serologis virus dengue yang termasuk dalam genus flavivirus ini berdiameter 40 nonometer dapat berkembang biak dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan baik yang berasal dari sel-sel mamalia misalnya sel BHK Babby Homster Kidney maupun sel-sel Arthropoda misalnya sel aedes Albopictus.

Soedarto, Vektor Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.

Nyamuk Aedes Aegypti maupun Aedes Albopictus merupakan vektor penularan virus dengue dari penderita kepada orang lainnya melalui gigitannya nyamuk Aedes Aegyeti merupakan vektor penting di daerah perkotaan Viban sedangkan di daerah pedesaan rural kedua nyamuk tersebut berperan dalam penularan.

Nyamuk Aedes berkembang biak pada genangan Air bersih yang terdapat bejana-bejana yang terdapat di dalam rumah Aedes Aegypti maupun yang terdapat di luar rumah di lubang-lubang pohon di dalam potongan bambu, dilipatan daun dan genangan air bersih alami lainnya Aedes Albopictus. Nyamuk betina lebih menyukai menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan senja hari.

Host Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya.

Dengue Haemoragic Fever DHF akan terjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dengan pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya melalui plasenta.

Hipovolemi juga dapat disebabkan peningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah yang menyebabkan kebocoran palsma. Adanya komplek imun antibodi — virus juga menimbulkan Agregasi trombosit sehingga terjadi gangguan fungsi trombosit, trombositopeni, coagulopati.

Ketiga hal tersebut menyebabkan perdarahan berlebihan yang jika berlanjut terjadi shock dan jika shock tidak teratasi terjadi Hipoxia jaringan dan akhirnya terjadi Asidosis metabolik. Asidosis metabolik juga disebabkan karena kebocoran plasma yang akhirnya tejadi perlemahan sirkulasi sistemik sehingga perfusi jaringan menurun jika tidak teratasi terjadi hipoxia jaringan. Masa virus dengue inkubasi hari, rata-rata hari. Virus hanya dapat hidup dalam sel yang hidup, sehingga harus bersaing dengan sel manusia terutama dalam kebutuhan protein.

Persaingan tersebut sangat tergantung pada daya tahan tubuh manusia. Demam Demam terjadi secara mendadak berlangsung selama 2 — 7 hari kemudian turun menuju suhu normal atau lebih rendah. Bersamaan dengan berlangsung demam, gejala-gejala klinik yang tidak spesifik misalnya anoreksia.

Nyeri punggung, nyeri tulang dan persediaan, nyeri kepala dan rasa lemah dapat menyetainya. Perdarahan Perdarahan biasanya terjadi pada hari ke 2 dan 3 dari demam dan umumnya terjadi pada kulit dan dapat berupa uji tocniguet yang positif mudah terjadi perdarahan pada tempat fungsi vena, petekia dan purpura. Perdarahan ringan hingga sedang dapat terlihat pada saluran cerna bagian atas hingga menyebabkan haematemesis. Nelson, Perdarahan gastrointestinal biasanya di dahului dengan nyeri perut yang hebat.

Ngastiyah, Hepatomegali Pada permulaan dari demam biasanya hati sudah teraba, meskipun pada anak yang kurang gizi hati juga sudah. Bila terjadi peningkatan dari hepatomegali dan hati teraba kenyal harus di perhatikan kemungkinan akan tejadi renjatan pada penderita.

Soederta, Bila syok terjadi pada masa demam maka biasanya menunjukan prognosis yang buruk. Selain tanda dan gejala yang ditampilkan berdasarkan derajat penyakitnya, tanda dan gejala lain adalah : Hati membesar, nyeri spontan yang diperkuat dengan reaksi perabaan. Cairan dalam rongga pleura kanan. Ensephalopati : kejang, gelisah, sopor koma. Gejala klinik lain yaitu nyeri epigasstrium, muntah — muntah, diare maupun obstipasi dan kejang — kejang. Derajat I Panas 2 — 7 hari , gejala umum tidak khas, uji taniquet hasilnya positif.

Derajat II Sama dengan derajat I di tambah dengan gejala-gejala pendarahan spontan seperti petekia, ekimosa, epimosa, epistaksis, haematemesis, melena, perdarahan gusi telinga dan sebagainya.

Derajat I Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas hari, Uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi. Derajat II Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi. Derajat II : Derajat I disertai dengan perdarahan spontan dikulit atau perdarahan lain. Derajat IV : Syock berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diukur. Umur 1 — 5 tahun : 50 — mg, 4 sehari.

Umur 5 — 10 tahun : — mg, 4 kali sehari. Umur 10 tahun keatas : mg, 4 kali sehari. Antipiretik untuk anti panas. Jika nadi dan tensi stabil lanjutkan infus tersebut dengan jumlah cairan dihitung berdasarkan kebutuhan cairan dalam kurun waktu 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi dengan sisa waktu 24 jam dikurangi waktu yang dipakai untuk mengatasi renjatan.

Cepat mempertahankan volume vaskuler, bertahan lama didalam intra vaskuler sehingga cepat mengatasi syok. Efek yang menguntungkan : - Dapat meningkatkan ankotik plasma.

Riwayat Kesehatan 1 Keluhan utama keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian : panas, muntah, epistaksis, pendarahan gusi. Pola nutrisi dan metabolism : anoreksi, mual, muntah Pola eliminasi : Bab : frekuensi, warna merah? Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue viremia. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler.

Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake inadekuat. Resiko syok hipovolemik berhubungan dengan permeabilitas membran meningkat. Resiko cedera perdarahan berhubungan dengan trombisitopenia. Hipertermi berhubungan dengan Proses Infeksi Virus Dengue Viremia v Tujuan : Suhu tubuh normal kembali setelah mendapatkan tindakan perawatan.

Rasional : mengurangi panas dengan pemindahan panas secara konduksi. Air hangat mengontrol pemindahan panas secara perlahan tanpa menyebabkan hipotermi atau menggigil. Rasional : Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat evaporasi. Anjurkan keluarga agar mengenakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat pada klien. Rasional : Memberikan rasa nyaman dan pakaian yang tipis mudah menyerap keringat dan tidak merangsang peningkatan suhu tubuh.

Observasi intake dan output, tanda vital suhu, nadi, tekanan darah tiap 3 jam sekali atau lebih sering. Rasional : Mendeteksi dini kekurangan cairan serta mengetahui keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien. Kolaborasi : pemberian cairan intravena dan pemberian obat antipiretik sesuai program.

Rasional : Pemberian cairan sangat penting bagi pasien dengan suhu tubuh yang tinggi. Obat khususnya untuk menurunkan panas tubuh pasien. Kaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai. Rasional : Mengidentifikasi defisiensi, menduga kemungkinan intervensi. Observasi dan catat masukan makanan pasien.

Timbang BB tiap hari bila memungkinkan. Rasional : Makanan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan masukan juga mencegah distensi gaster. Berikan dan Bantu oral hygiene. Rasional : Meningkatkan nafsu makan dan masukan peroral. Rasional : Menurunkan distensi dan iritasi gaster. Sajikan makanan dalam keadaan hangat. Anjurkan pada klien untuk menarik nafas dalam jika mual. Kolaborasi dalam pemberian diet lunak dan rendah serat.

Observasi porsi makan klien, berat badan dan keluhan klien. Monitor keadaan umum pasien. Rasional : Untuk memonitor kondisi pasien selama perawatan terutama saat terjadi perdarahan. Observasi vital sign setiap 3 jam atau lebih. Jelaskan pada pasien dan keluarga tanda perdarahan, dan segera laporkan jika terjadi perdarahan.

BOELLSTORFF COMING OF AGE PDF

Demam Dengue

Slideshare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

CAVATINA MYERS PDF

Patofisiologi Demam Dengue

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore.

EL HUSAR ARTURO PEREZ REVERTE PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 4, Pages: Preview Full text.

INFLUENCE THE PSYCHOLOGY OF PERSUASION REV ED.ROBERT CIALDINI PDF

.

Related Articles